Andreas Hugo: Relawan Capres, Bentuk Keinginan Rakyat Partisipasi Politik

11-11-2021 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?’ di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Foto: Andri/Man

 

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira menilai fenomena kemunculan relawan calon presiden (capres) merupakan fenomena yang terbentuk dari keinginan rakyat untuk berpartisipasi secara politik. Ketika di lapangan, dia menemukan hal serupa, yakni ada relawan tidak mengerti politik, namun ingin ikut andil dengan mendukung figur yang dipercaya relawan tersebut.

 

“Saya bilang ‘kenapa kamu mau bergabung di dalam kelompok tersebut?’ Dia bilang saya sebenarnya tidak paham politik. Tapi saya ingin ikut berpartisipasi, karena saya lihat mungkin figur ini bisa menjadi orang yang kemudian memimpin negara ini saya lihat dia orangnya pintar dan mempunyai jiwa kepemimpinan,” terang Andreas dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?’ di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

 

Maraknya kelompok relawan pendukung bakal kandidat Pilpres menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat belakangan ini. Fenomena ini terlihat dari munculnya relawan mengatasnamakan Ganjar Pranowo Presiden (GPP) serta Poros Prabowo-Puan yang dideklarasikan belum lama ini.

 

Melihat fenomena tersebut, menurutnya relawan ini memiliki potensi yang besar dan dapat menjadi aset politik yang berharga bagi partai. Menurutnya relawan menjadi faktor pendorong yang luar biasa. Mengingat, fenomena ini pernah terjadi sebelumnya pada Joko Widodo saat maju di bursa calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.

 

“Faktor relawan itu menjadi pendorong yang luar biasa karena kalau kita lihat dari posisi Pak Jokowi pada saat itu (pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012), dibandingkan dengan Pak Foke (Fauzi Bowo), Pak Jokowi jauh di bawah pada survei survei awal,” ujar Andreas.

 

Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (F-PDIP) tersebut melanjutkan, di antara struktur partai maupun antar kader partai dengan relawan simpatisan ini harus dikelola sehingga menjadi sinergi, menjadi satu barisan yang sama dengan satu kepentingan yang sama, yakni pemenangan dari kandidat yang diusung partai.

 

“Dengan demikian dia menjadi suatu kekuatan politik untuk memberikan dukungan pada kandidat yang diputuskan oleh partai. Menjadi kekuatan politik yang mungkin tidak 100 persen, tapi arsiran kelompok ini menjadi akumulasi politik yang menjadi daya dorong yang kuat untuk memenangkan siapa yang diusul partai,” tutup legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I tersebut. (hal/sf)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...